Selasa, 11 Maret 2014

Cara Membuat Lilin Cantik dari Kulit Jeruk

Bahan-baha

Jeruk
Untuk jenis jeruk usahan jeruk seperti yg ada pada gambar, kalo jeruk yg lain TS gak tau bisa apa enggak
____________________________________________________________


Pisau
Pake pisau yang agan/sista punya aja yg penting bisa buat ngebelah jeruk
____________________________________________________________


Minyak
Bisa minyak apa aja, minyak sayur, minyak olive, minyak canola,dll. Ane saranin jangan pake minyak tanah, entar meledak kayak kompor minyak






Cara Pembuatan


1. Potong jeruk menjadi dua, atau seterah agan/sista mau di model macam apa, mau dibikin gaya gerigi-gerigi, lope-lope, terserah, tapi yang sederhana dulu ya gan.

2. Ambil bagian/daging jeruk dari kulitnya, terserah mau agan/sista apain, mending dimakan sih kalo kata ane . Tapi jangan semuanya ya gan/sis, sisakan bagian tengah yg kayak sumbu itu gan, kita nyebutnya sumbu jeruk aja ya gan lihat pada gambar.


________________________________________________________________




3. Masukan minyak kedalam kulit jeruk tepat disekitar sumbu jeruk

________________________________________________________________




Nah, setengah bagian lainnya dari jeruk tersebut juga bisa digunakan sebagai tutup, jadi kayak lampion gitu gan

_______________________________________________________

Nih ane kasih contoh dibawah, lilin-lilin yang terbuat dari jeruk











Gimana? gak sulit kan untuk menjadi kreatif?
Bahaya Membunyikan Jari dan Leher Bahaya Membunyikan Jari dan Leher - Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher ketika badan sengal itu memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa? Menurut Brian Cassaza, MD, dari Universiti California, Amerika, bila salah urat saraf tersepit di antara tulang ekor leher. Maka, kesannya boleh bemacam-macam, bergantung kepada rangkaian saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sukar diarah oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, kerana, otak gagal memberi arahan kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan. Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah kerana menyalahi peraturan sendi biasanya dan boleh menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronik di kemudian hari. Para saintis bioperubatan telah mempelajari apa yang sebenarnya berlaku ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cecair dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedut ke dalam. Ketika tekanan menurun, muncullah gelembung (yang paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan saat. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama. Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Kerana ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan menolaknya ke posisi semula. Pada saat ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi kedua. Tenaga yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% daripada yang diperlukan untuk merosakkan tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, boleh dikira sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kes artritis pada tangan mereka. Namun, kesan lain adalah mereka mempunyai sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang satu perempat dari kekuatan tangan yang seharusanya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan sendi tulang yang lain akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun akan datang.

Sumber: http://raytkj.blogspot.com/2012/07/bahaya-membunyikan-jari-dan-leher.html
Konten adalah milik dan hak cipta raytkj.blogspot.com
Bahaya Membunyikan Jari dan Leher Bahaya Membunyikan Jari dan Leher - Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher ketika badan sengal itu memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa? Menurut Brian Cassaza, MD, dari Universiti California, Amerika, bila salah urat saraf tersepit di antara tulang ekor leher. Maka, kesannya boleh bemacam-macam, bergantung kepada rangkaian saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sukar diarah oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, kerana, otak gagal memberi arahan kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan. Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah kerana menyalahi peraturan sendi biasanya dan boleh menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronik di kemudian hari. Para saintis bioperubatan telah mempelajari apa yang sebenarnya berlaku ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cecair dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedut ke dalam. Ketika tekanan menurun, muncullah gelembung (yang paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan saat. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama. Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Kerana ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan menolaknya ke posisi semula. Pada saat ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi kedua. Tenaga yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% daripada yang diperlukan untuk merosakkan tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, boleh dikira sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kes artritis pada tangan mereka. Namun, kesan lain adalah mereka mempunyai sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang satu perempat dari kekuatan tangan yang seharusanya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan sendi tulang yang lain akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun akan datang.

Sumber: http://raytkj.blogspot.com/2012/07/bahaya-membunyikan-jari-dan-leher.html
Konten adalah milik dan hak cipta raytkj.blogspot.com
Bahaya Membunyikan Jari dan Leher Bahaya Membunyikan Jari dan Leher - Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher ketika badan sengal itu memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa? Menurut Brian Cassaza, MD, dari Universiti California, Amerika, bila salah urat saraf tersepit di antara tulang ekor leher. Maka, kesannya boleh bemacam-macam, bergantung kepada rangkaian saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sukar diarah oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, kerana, otak gagal memberi arahan kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan. Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah kerana menyalahi peraturan sendi biasanya dan boleh menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronik di kemudian hari. Para saintis bioperubatan telah mempelajari apa yang sebenarnya berlaku ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cecair dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedut ke dalam. Ketika tekanan menurun, muncullah gelembung (yang paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan saat. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama. Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Kerana ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan menolaknya ke posisi semula. Pada saat ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi kedua. Tenaga yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% daripada yang diperlukan untuk merosakkan tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, boleh dikira sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kes artritis pada tangan mereka. Namun, kesan lain adalah mereka mempunyai sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang satu perempat dari kekuatan tangan yang seharusanya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan sendi tulang yang lain akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun akan datang.

Sumber: http://raytkj.blogspot.com/2012/07/bahaya-membunyikan-jari-dan-leher.html
Konten adalah milik dan hak cipta raytkj.blogspot.com
Bahaya Membunyikan Jari dan Leher Bahaya Membunyikan Jari dan Leher - Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher ketika badan sengal itu memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa? Menurut Brian Cassaza, MD, dari Universiti California, Amerika, bila salah urat saraf tersepit di antara tulang ekor leher. Maka, kesannya boleh bemacam-macam, bergantung kepada rangkaian saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sukar diarah oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, kerana, otak gagal memberi arahan kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan. Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah kerana menyalahi peraturan sendi biasanya dan boleh menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronik di kemudian hari. Para saintis bioperubatan telah mempelajari apa yang sebenarnya berlaku ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cecair dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedut ke dalam. Ketika tekanan menurun, muncullah gelembung (yang paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan saat. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama. Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Kerana ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan menolaknya ke posisi semula. Pada saat ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi kedua. Tenaga yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% daripada yang diperlukan untuk merosakkan tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, boleh dikira sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kes artritis pada tangan mereka. Namun, kesan lain adalah mereka mempunyai sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang satu perempat dari kekuatan tangan yang seharusanya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan sendi tulang yang lain akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun akan datang.

Sumber: http://raytkj.blogspot.com/2012/07/bahaya-membunyikan-jari-dan-leher.html
Konten adalah milik dan hak cipta raytkj.blogspot.com
Bahaya Membunyikan Jari dan Leher Bahaya Membunyikan Jari dan Leher - Membunyikan sendi-sendi di jemari, tangan, atau leher ketika badan sengal itu memang terasa melegakan sesudahnya. Namun, sebaiknya kita jangan terlalu sering melakukan ini, mengapa? Menurut Brian Cassaza, MD, dari Universiti California, Amerika, bila salah urat saraf tersepit di antara tulang ekor leher. Maka, kesannya boleh bemacam-macam, bergantung kepada rangkaian saraf itu menuju ke mana. Tapi, pada umumnya, akan mengakibatkan organ tubuh seperti kaki dan tangan sukar diarah oleh otak. Orang yang mengalami hal tersebut, biasanya berjalan seperti robot, kerana, otak gagal memberi arahan kepada organ-organ tubuh untuk melakukan apa yang diiinginkan. Sama halnya dengan membunyikan tulang leher, gerakan membunyikan buku-buku atau sendi di jari juga merupakan kebiasaan yang salah kerana menyalahi peraturan sendi biasanya dan boleh menghancurkan tulang-tulang rawan di dalamnya.Jika kebiasaan ini dilakukan terus menerus maka dapat menimbulkan penyakit sendi yang kronik di kemudian hari. Para saintis bioperubatan telah mempelajari apa yang sebenarnya berlaku ketika kita menekuk tulang sendi jari dengan menggunakan mikrofon yang sensitif. Di dalam ruang sendi antara tulang-tulang terdapat cecair dan ikatan sendi (ligamen) di setiap sisi ruang sendi yang menyatukan tulang. Nah, saat kamu menarik jari, hal ini membuat ruang sendi makin besar. Akibatnya, tekanan dalam ruang sendi makin menurun. Segera saja, ikatan sendi tersedut ke dalam. Ketika tekanan menurun, muncullah gelembung (yang paling sering karbon dioksida), hanya dalam satu per ribuan saat. Gas inilah yang menimbulkan bunyi letupan yang merupakan suara pertama. Gelembung itu mengisi 15% ruang sendi yang sekarang menjadi lebih besar. Kerana ruang sendi mendadak diisi oleh gelembung, cairannya tiba-tiba mendorong ikatan sendi dan menolaknya ke posisi semula. Pada saat ligamen "didorong kembali" muncullah bunyi kedua. Tenaga yang hilang dalam sendi sangat rendah, hanya sekitar 7% daripada yang diperlukan untuk merosakkan tulang. Tetapi, bila terlalu sering melakukannya, boleh dikira sendiri dan hasilnya tentu sangat berbahaya. Sebuah penelitian melibatkan 300 orang yang telah membunyikan buku jarinya selama 35 tahun. Memang, hasilnya tidak ada kes artritis pada tangan mereka. Namun, kesan lain adalah mereka mempunyai sendi yang membesar, tangan mereka menjadi lebih lemah, berkurang satu perempat dari kekuatan tangan yang seharusanya. Jadi, membunyikan buku jari tangan dan sendi tulang yang lain akan terasa saat kita tua nanti, 35 hingga 40 tahun akan datang.

Sumber: http://raytkj.blogspot.com/2012/07/bahaya-membunyikan-jari-dan-leher.html
Konten adalah milik dan hak cipta raytkj.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar